Video tersedia di bawah artikel yah ^^
Namaku Winsa, aku berusia 24 tahun. Aku merupaka anak pertama dari sua bersaudara. Adikku laki laki usianya 3 dibawahku. Kata orang aku orangnya cantik, kulitku putih dan berbulu halus di seluruh tubuhku.
Awal mula kejadian ini di saat aku sedang ditinggal sendiri di rumah karena ibuku yang harus ke bandung untuk menghadiri acara pernikahan saudara ibuku, malam itu sehabis aku makan malam, aku ingin langsung beranjak tidur, dan pada hari itu kebetulan adikku sedang ada studytour di kampusnya.
Karena belum ngantuk aku berfikir ingin meminjam laptop adikku, dan aku menuju ke kamar nya itu, saat ku buka kutemukan banyak gambar dan video porno dilaptopnya, ku lihat 1 video porno tersebut dan aku menjadi terangsang.
Malam itu sekitar jam 22.00 temanku Calvin datang dan berkata kalau dia akan menemaniku di rumah sampai adikku pulang lusa.
"Win .. kamu belum tidur ?"tanya Calvin
"belum, ada apa paman datang malam malam begini ?"tanyaku
"paman datang mau menemani kamu karna kamu kan sendiri di rumah, tidak baik juga kalau anak perempuan sendirian dirumah"jawab Calvin
"iya vin aku juga agak takut jika harus sendirian dirumah" kataku
ku persilahkan calcin masuk dan aku menyeduh teh untuknya minum
dan tanpa sengaja teh yang ku buat tadi tumpah serta mengenai bajuku karna kesandung kursi
lantas bajuku menjadi basah, aku segera kembali ke kamar dan menganti baju sekalian untuk tidur
Karena video yang kubuka tadi belum kututup maka ku lihat kembali sampai aku terangsang kembali, tiba tiba calvin berdiri di depan pintuku dan bertanya "kamu belum tidur win ?"
"belum vinn"jawabku
lalu calvin melangkah masuk dan duduk di samping ku serta bertanya "kamu lagi liat apa ? kenapa blm tidur ?" tanya calvin kepadaku sambil mengeluskan kepalaku
aku yang tidak mematikan video tersebut akhirnya calvin pun ikut melihat nya dan terdiam, sesekali calvin menatap ku serta senyum senyum kepadaku seakan akan ia ingin mendapatkan sesuatu dariku
Calvin mulai menciumku dan aku pun ikut saja permainan tersebut, aku membalas ciuman Calvin dengan menjulurka lidahku, tangan paman perlahan lahan merangsang bagian bagian intim tubuhku itu.
Calvin mulai menurunkan tali daster dari bahuku sehingga payudaraku yang mancung dengan puting yang berwarna cokelat terpampang di depan Calvin.
aku terbiasa tidur hanya menggunakan daster dan CD saja dan tidak pernah aku kenakan BH pada saat tidur. Calvin mulai menelusuri leherku sampai ke payudara ku dengan mulutmya. Ketika putingku mulai digigitnya aku semakin menggelinjang, "ah ... sshhh .. ahh .. "karena aku sudah terangsang aku menggangap Calvin adalah seorang lelaki yang harsu memuaskan nafsu birahiku ini.
Tangan ku mulai ikut memegangi batang kemaluan Calvin yang masih bersembunyi di balik celana pendek yang dikenakannya. Kugosokan tanganku pada celana Calvin yang membuatnya semakin ganas mengigit putidengan nafsunya dimana Calvin sedang mengemut dan mengigit payudaraku langsung menurunkan tubuhnya sehingga vaginaku sudah tepat di depan muka Calvin.
Lidahnya yang halus menyapu vaginaku, dijilatnya vaginaku bagian luar, alu makin bergelinjang ketika lidah Calvin menemukan biji klitorislu.
"äh .. ah ... ahhh .." kata ku sambil menggelengkan kepalaku,
ternyata Calvin senang memainkan biji klitorisku itu dengan lidahnya kurang lebih 10 menit lamanya. Aku pun makin memuncak.
"Vinn.. boleh tidak jika aku mencoba batang kemaluan kamu ?"
"oh kamu mau ?"tanya Calvin
"iya vin .. " kataku lagi
sementara lidah Calvin masih di klitorisku, Calvin melepas semua yang melekat di tubuhku dan langsung mmenindihku sehingga batang kemaluan paman persis di depan hidungku, posisi kami seperti seperti angka 69, batang kemaluan Calvin panjang, besar, dan hitam.
Batang Calvin yang besar, hitam dan panjang ku coba masukan dalam mulutku, tetapi karena bibirku yang mungil batang itu hanya masuk kepalanya saja dan lidahku mulai menjilatnya.
Calvin mulai belingsatan. Hampir 15 menit aku jilat dan ku hisap batang kemaluan Calvin.
Ada sesuatu yang mendesak dari dalam vaginaku yang langsung keluar berupa cairan kental yang membasahi vaginaku dan muka Calvin "Ah ... ahh ... " kataku sambil tubuhku ambruk, terlepas lah batang Calvin dari mulutku. Calvin berdiri dan berkata
"Win .. boleh vaginamu aku tusuk sekarang ? "
"Iya .. yah .." kataku lirih
Calvin lalu menindihku, batang kemaluan Calvin ditempelkan tepat di depan vaginaku. Calvin memasukan jarinya untuk mengorek vaginaku yang masih rapat sehingga aku jadi mengelinjang " ah .. ahh .. ah ... "
Setekah vaginaku agak lebar dan besar, batang kemaluan Calvin dicobanya untuk memasuski vagian milikku. karena masih agak sempit lubangnya maka baru kepala batang kemaluan Calvin yang bisa masuk, paman lalu memberi tekanan yang membuatku merem melek.
" Win ... sakit ya ?" kata Calvin, " ah .. ngga apa apa kok .. nanti juga ga sakit kalau batang kemaluan kamu sudah masuk semua." Cakvin pun kembali menekan batang kemaluannya ke vaginaku. Tapi karena batang kemaluan Calvin yang memang besar sekali, pada tekanan yang ke -10 kali nya keluar-masuk, hanya bisa setengahnya saja batang kemaluan Calvin ke vaginaku, aku pun menjerit " aww ... "
" sakit ya win ?" tanya Calvin
" ah ngaak, terus ... nekennya biar vagina winda jadi lebar" kataku
Calvin pun lalu menekan batang kemaluannya keluar masuk vaginaku.
Calvin agak membungkuk sehingga payudaraku kembali jadi bulan bulanan mulut dan lidah Calvin. Aku mengusap kepala Calvin yang menetek pada payudaraku dan menghujam batang kemaluannya di vaginaku, seperti mengelus anak kecil. Hampir 1 jam aku mengikuti permainan nafsu buas Calvin yang membuatku orgasme. Cairan putih kental bercampur darah mendesak keluar dari vaginaku yang masih dihujam batang kemaluan Calvin sehingga membasahi pahaku dan kakiku serta keringat yang mengucur deras dari pori pori tubuhku. "Agh .. aw .. ahhh ... winda keluar nih ... " kataku dengan tubuh menggelepar seperti cacing kepanasan lemaslah tubuhku. Sementara Calvin masih kuat berpacu dengan semakin cepat memasuk keluarkan batang kemaluannya dari vaginaku yang sudah becek. Akhirnya batang kemaluan Calvin di cabut dari vaginaku.
Badanku yang loyo diputar oleh Calvin dari telentang sekarang tengkurap posisi pantatku diangkat sehingga vaginaku kembali menantang lalu di tempelkan batang kemaluan Calvin pada vaginaku, lalu ditekannya supaya masuk kembali. Vagina yang masih becek dibersihkan oleh dasterku lalu jari Calvin menusuk lagi ke dalam vaginaku untuk melebarkan vaginaku agar memudahkan batang kemaluan Calvin masuk.
Kali ini batang kemaluan Calvin bisa masuk ke dalam vaginaku semuanya sampai berasa di rahimku. 1 jam lamanya vaginaku di tusuk batang kemaluan Calvin dari belakang yang membuatku orgasme kedua kalinya. "Arghh ... aahh ... nikmat sekali vinn .. " Basahlah batang kemaluan calvin oleh cairanku, tapi 5 menit kemudian Calvin sampai juga mencapai titik orgasme nya. "Win .. aku .. juga mau keluar nih .. arghh .. ahhh .. ah ... " kata Calvin tersengal senggal
"Yah .. keluarin aja di dalam rahimku " pintaku pada Calvin dimana aku sudah setengah sadar karena kecapaian
"Croott..croot...crott..." terasa cairan Calvin yang menyembur deras ke vaginaku disertai suara lenguhan Calvin yang langsung ambruk di atas tubuhku. Aku merasa kehangatan yang sampai di salam vaginaku di saat cairan batang kemaluan Calvin menyembur yang membuatku pun langsung tertidur.
Jam 6 pagi aku terbangun dalam keadaan bugil yang sedang dipeluk Calvin yang masih tertidur. Aku lalu bangkit ketika melihat batang kemaluan Calvin yang loyo, aku mencoba menjilat sisa sisa cairan yang rasanya agak manis asin, kujilat sampai habis dan Calvin terbangun.
"Win .. maafin aku yah, aku ga sadar berbuat ini padamu, aku khilaf karena sudah lama aku tidak pernah melakukan ini saat aku aku sudah cerai dengan istriku, maaf ya" kata Calvin
"Tidak apa apa ko Vinn, aku senang dapat memuaskan kamu, aku juga senang bisa merasakan kehangatan kamu vinn, aku juga senang dan menikmati saat batang kemaluan kamu yang gede itu menyemburkan isinya di dalam vaginaku, aku jadi mau lagi kapan kapan"
kataku senang, tapi setelah itu Calvin tersenyum dan memelukku dan menciumku "ya kapan kapan lagi," gumam Calvin
dan setelah kejadian malam yang indah itu, setiap mamaku pergi untuk mengunjungi keluarganya dan adikku ada tugas untuk kampusnya aku dan Calvin pasti melakukan perbuatan berburu nafsu lagi.
Hal itu terjadi hingga 3 bulan kemudian dan terhenti di saat mama akan mengajakku untuk ke bandung dan tinggal bersama paman disana selama 1 bulan.
Karena sudah lama juga aku tidak lagi pernah orgasme maka aku coba untuk sendiri. Kuangkat rokku vagina ku yang terbuka bebas karena aku tidak pakai CD sedang kumainkan dengan jariku, saking asiknya mataku pun ikut kupejankan, aku tidak tahu kalau pamanku sudah di dalam kamarku.
"Win .. kamu lagi ngapain ? paman pinjam sarung ya, adikmu lagi pergi sih jadi paman ke sini"
Aku sentak kaget, ku belalakan mataku dan buru buru rokku kuturunkan menutupi vaginaku.
"Ahh .. paman ngagetin aja, kenapa ga ketuk pintu dulu"
"Paman sudah ketuk pintu, tapi kamu lagi asik kayanya jadi paman masuk aja, nga tau nya paman melihat pemandangan yang indah," Kata paman seakan menyangkal kataku.
"Ah paman bisa aja," kataku pucat pasi
"Winn .. bolehh .. pamanmu melihatnya lagi punyamu ? sudah 8 tahun paman tidak pernah melihatnya lagi."
Sebenarnya aku agak malu untuk memperlihatkannya pada pamanku, tapi karena sudah 7 hari aku tidak pernah lagi bertemu dengan Calvin dan aku lagi onano maka ku ijinkan.
"Boleh om!!"
kuangkat rokku dan terpampanglah dengan jelas vagina milikku di depan pamanku yang langsung berkomentar
"Winn.. kuar biasa sekali vaginamu, bagus banget bentuknya lagi mengeluarkan bau yang harum, wah .. wah .. wah .., boleh paman memgangnya ?" pinta pamanku
"Bokeh .. om, malah tidak hanya memegang, kalau paman mau coba jilat juga boleh," kataku yang mulai naik nafsuku.
Dengan cepatnya paman menundukkan badannya, saat itu juga vaginaku sudah tepat di depan muka pamanku, lidah pamanku langsung menjulur untuk menjilat vaginaku sementara pahaku sudah diraba dengan lembutnya oleh tangan paman yang mulai keriput. Seperti anak muda, pamanku dengan cepat mengusap pahaku dan kedua jempol sudah di tempelkan ke vaginaku.
Bulu halus yang menutup vaginaku disibak dengan jempolnya dan dimasukan ke dalam lubang vaginaku agar lebih lebar, kemudian lidah pamanku mulai menyapu bibir vaginaku yang membuatku panas dingin "ahhh..ahhhh...ahhh.." aku pun mulai berceracau ketika biji klitorisku tersentuh lidah dengan lembutnya.
Klitorisku sudah mulai di jilat , di hisap, dan di gigit oleh pamanku yang membuatku makin menggelinjang. "Aawwhhh.." Pantatku kuangkat menahan rasa nikmat itu. Mataku meram melek, sementara tanganku mengelus kepala pamanku yang sudah membotak, yang membuat pamanku makin rakus menjilat dan mengigit klitorisku. Kedua tanganya mulai merabah ke dalam kaos yang menutupi tubuhku. Ketika BH ku terpegang langsung disobeknya sehingga payudaraku dan putingnya menjadi bulan bulanan tangan pamanku. Tanganyameremas payudaraku sedangkan jarinya memelintirkan putingku.
Hampir 15menit berlalu yang tiba tiba badanku mengejang dan sampailah aku pada puncak orgasme. Kutekan kepala pamanku di selangkaanku lalu keluarlah cairan kental yang membasahi vaginaku. "Arggh ... argghh ... " tapi paman dengan cepat dan tangkas menangkap cairan kental yang keluar dengan dreasnya dengan lidahnya yang langsung menelanya.
"Winda luar biasa ... klitorismu manis, tapi cairan mu lebih manis lagi .. wahh .. paman jadi lebih segar sekarang ini," kata pamanku sementara aku sudah terbaring lemas. "Win.. boleh ngaa.. kalau vaginamu dimasukin oleh batang kemaluan paman ?" tanya pamanku. Sengan setengah sadar kukatakan "Boleh.. om".
Paman dengan sigap melepaskan semua yang dipakainya hingga bugil lalu baju kaosku juga ditanggalkanya. Ku lirik pamanku yang sudah agak membungkuk, naik ke tempat tidur. Sirenganggkannya kakiku dan diangkatnya sedikit. Paman menindihku. Dipegangnya batang kemaluannya lalu ditempelkan pada bibir vaginaku yang masih agak becek, setelah itu dengan sekali hentakan batang itu masuk ke dalam vaginaku yang masih agak becek. "Bless.. jeb.. jeb.. " batang kemaluan pamanku langsung menusuk sampai ke dalam vaginaku yang sudah lebar sejak dimainkan teman ku tetapi batang kemaluan pamanku rasnaya lebih besar dan lebih panjang dari punya temanku.
"heehhkk," aku menahan nafasku karena sembulan batang kemaluan pamanku ke dalam vaginaku yang berasa sampai ke dalam dadaku.
"Kenapa win .. sakit yah ?" tanya pamanku
"Ah.. ngak om.. ngak apa apa, punya gede banget sih, berapa sih om panjangnya?" tanyaku dengan tersengat
"kamu pasti puas deh .. ini panjangnya 30cm, bibimu aja puas .. makanya ibumu punya enam bersaudara." kata pamanku membanggakan batang kemaluan nya sendiri.
"Tapi win.. memekmu luar biasa uenakkk buangett .. punya bibimu mah kalah." dalam hatiku membenarkan bahwa batang kemaluan pamanku lebih enak dari punya temanku. Dan benar juga perkiraanku rupanya selain lebih enak, lebih panjang, pamanku tenagannya tenaga kuda, hampir 4jam lamanya aku menjadi bulan bulanan pamanku.
Setelah satu jam cara pertama, kami merubah posisi kami yaitu aku menungging, paman menyodokku dari belakang, setelah satu jam posisi kami pun berubah lagi, paman terlentang, aku naik di atasnya seperti naik kuda, posisi ini kami lakukan selama dua jam. Setiap berubah posisi aku pasti orgasme hingga aku 3 kali prgasme, pamanku hanya 1 kali itu pun pada posisi terakhir. Tubuhku sudah lemas sekali ketika posisi kami aku di atas paman di bawah dimana aku sudah 3 kali dan paman ku akhirnya sampai juga puncak orgasme nya. "Winn .. argghh .. arrghhh .. paman ngaa kuat lagi nichh .. paman keluar nih"
Kata pamanku cepat cepat ku lepaskan vaginaku dari batang kemaluan pamanku yang langsung menyemburkan cairan kentalnya yang seras sekali, tapi batang itu sempat ku tangkap dan ku bimbing ke mulutku sehingga sebagian cairan pamanku sempat ku telan dan sebagian lagi membasahi mukaku oleh lendir pamanku.
Kami pun langsung ambruk ketika kulihat jam menunjukkan pukul 14.00 siang.
Ketika kami terbangun wktu sudah menunjukkan pukul 16.30 sore, pamanku langsung membersihkan sisa sisa lendir di batangnya dan meninggalkan ku yang masih tergeletak di tempat tidur. Sebelum pamanku pergi dia sempat mengatakan bahwa dia senang bisa memerawaniku dan ingin sekali mengulanginya. Memamhg sejak saat itu aku selalu temanku di sata ibu dan adikku tidak ada dirumah dan melayani pamanku setiap akhir bulan akan berkunjung ke bandung.

Komentar
Posting Komentar